SEO SEJARAH BROMO | SEJARAH GUNUNG BROMO JAWA TIMUR

menyediakan paket wisata ke gunung bromo murah jawa timur

EMAIL: admin@ebromo.com


TLP/SMS/WA: 085755885078

PAKET WISATA BROMO

TLP/SMS/WA: 085755885078


SEJARAH BROMO | SEJARAH GUNUNG BROMO JAWA TIMUR

Sejarah Bromo | Sejarah Gunung Bromo Jawa Timur

Mengusut tuntas tentang sejarah Gunung Bromo Jawa Timur, kali ini kami akan mengajak Anda untuk terjun di masa lampau dan mendalami kisah dari Gunung Bromo dan seluruh kawasan di sekitarnya.

Ada beberapa macam versi yang disebutkan yaitu sejarah Gunung Bromo berdasarkan catatan para ahli sejarah, serta dari kisah yang disampaikan oleh masyarakat Tengger. Bagaimanakah sejarah Gunung Bromo tersebut? Langsung saja simak artikel ini selengkapnya.

Sejarah Gunung Bromo Jawa Timur

Menurut pakar sejarah, Gunung Bromo dan seluruh kawasan di sekitarnya terjadi akibat aktivitas Gunung Tengger pada puluhan ribu tahun yang lalu. Walaupun belum jelas secara pasti kapan terbentuknya kumpulan gunung-gunung dalam satu wilayah tersebut, tetapi mereka yakin bahwa semua itu terjadi karena peristiwa alam.

Gunung Tengger merupakan salah satu dari gunung yang berada di kawasan wisata Gunung Bromo dengan ukuran yang paling tinggi. Kabarnya, Gunung Tengger pada saat itu mengalami letusan yang dahsyat sehingga menimbulkan adanya kaldera pasir di sekeliling Gunung Bromo.

Kemudian di kawasan kaldera pasir Gunung Bromo tersebut atau yang sering kita sebut sebagai lautan pasir, muncullah beberapa gunung lainnya yaitu Gunung Widodaren dan Gunung Batok.

Sejarah Bromo yang tercatat di dalam Babad Ngayogyakarta, disebutkan bahwa Gunung Bromo meletus pada akhir tahun 1822 dan berakhir pada awal tahun 1823. Sementara sejarah Gunung Bromo yang tercatat di dalam buku tentang letusan gunung berapi Indonesia, disebutkan bahwa jumlah letusan Gunung Bromo sudah mencapai 44 kali.

Walaupun ada beberapa sumber lain di Internet yang mengatakan tentang sejarah Gunung Bromo yang sudah mengalami letusan sebanyak 50 kali dengan letusan pertama terjadi pada tahun 1775.

Namun, di dalam buku yang membahas tentang letusan gunung-gunung berapi di Indonesia tersebut, tercatat bahwa peristiwa letusan gunung berapi di tanah air yang pertama kali terjadi adalah pada tahun 1802.

Selain itu, catatan sejarah Gunung Bromo juga menyebutkan bahwa gunung yang berada di kawasan empat kabupaten di Jawa Timur ini tidak pernah mengeluarkan lava pijar. Gunung Bromo hanya mengeluarkan abu vulkanik yang dikabarkan pernah merusak tanaman di sekitarnya pada 1915 dan 1948.

Terdapat catatan penting juga yang mengatakan bahwa sejarah Gunung Bromo mengalami letusan terlama pada tahun 1842 yang terjadi pada awal tahun hingga sekitar bulan Juni. Kemudian sejarah Gunung Bromo terakhir yang telah kita dengar adalah pada tahun 2016 ini dengan adanya gempa letusan yang sangat sering.

Dan sejarah Gunung Bromo tersebut menyebutkan bahwa letusan besar sempat terdengar dari pemukiman warga, sedangkan letusan kecil hanya terdengar di sekitar kawah Gunung Bromo.

Peristiwa letusan Gunung Bromo terakhir kali juga sempat mengakibatkan gangguan pada jalur udara sehingga bandar udara di Malang dan Surabaya sempat menunda beberapa jadwal penerbangan untuk sementara waktu.

Sejarah Gunung Bromo Berdasarkan Kisah Legenda Masyarakat Tengger

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat Bromo Tengger, sejarah Gunung Bromo yang mereka sebutkan mungkin jauh berbeda dengan catatan para ahli sejarah yang ada di negara kita.

Mereka menyebutkan bahwa sejarah Gunung Bromo terjadi sejak peristiwa kisah cinta Joke Seger dan Roro Anteng. Siapakah mereka sebenarnya?

Menurut tokoh masyarakat yang ada di kawasan Gunung Bromo, dahulu kala di sekitar kawasan Bromo Tengger merupakan tempat persemayaman para dewa dewi pada saat kerajaan Majapahit mulai mendapat serangan.

Sebagai tempat perlindungan, mereka membagi menjadi dua kelompok yang menuju ke Bromo serta menuju ke Bali. Setelah menjalani kehidupan di kawasan Tengger, ada seorang perempuan yang melahirkan bayi laki-laki keturunan Dewa Brahma, dengan wajah yang tampan dan bersinar. Karena itulah dia diberi nama Joko Seger.

Kemudian di sekitar area penanjakan juga lahir seorang bayi perempuan yang cantik jelita tetapi tidak menangis. Sehingga gadis desa tersebut diberi nama Roro Anteng. Anteng merupakan bahasa Jawa dari kata diam.

Seiring berjalannya waktu mereka berdua tumbuh menjadi pemuda pemudi yang tampan dan cantik jelita hingga mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Namun, di tengah kisah percintaannya, Roro Anteng selalu banyak didatangi oleh pemuda-pemuda dari berbagai wilayah yang bermaksud untuk melamarnya.

Tetapi tidak ada satu pun pinangan yang ia terima karena perasaannya yang sudah menancap dalam pada Joko Seger. Hingga selanjutnya, pada kisah sejarah Gunung Bromo tersebut, datanglah seorang pemuda yang sakti dan keras, bermaksud melamar Roro Anteng.

Roro Anteng pun tidak berani menolak permintaan pemuda sakti mandraguna tersebut. Namun, gadis tersebut memberikan syarat sebelum dia diizinkan menikahinya. Roro Anteng menyebutkan permintaan untuk dibuatkan sebuah danau yang terletak di tengah-tengah Gunung Bromo dalam waktu sehari semalam.

Roro Anteng sengaja menyebutkan permintaan yang dianggapnya sulit dan mustahil untuk diwujudkan. Tetapi, pemuda tersebut langsung membuktikan dengan segera membangun sebuah danau di puncak Gunung Bromo.

Sampai akhirnya Roro Anteng merasa sangat panik melihat tindakan nekat pemuda sakti tersebut. Lalu, sebelum fajar tiba, Roro Anteng sudah mengajak warga sekitar untuk menumbuk padi.

Suara tumbukan padi tersebut membangunkan seluruh ayam yang ada di kawasan Gunung Bromo sehingga mereka berkokok dan seolah-olah menandakan bahwa fajar telah tiba.

Mendengar suara ayam berkokok tersebut, pemuda itu langsung marah dan menendang sebuah batok yang konon digunakan untuk membuat danau di tengah Gunung Bromo tersebut.

Batok tersebut terlempar di tengah lautan pasir dan lama kelamaan ukurannya bertambah besar hingga menjadi sebuah gunung yang saat ini kita sebut dengan nama Gunung Batok. Kini Gunung Batok tersebut dapat Anda temui di kawasan lautan pasir Gunung Bromo dan sering dijadikan sebagai objek berfoto oleh para wisatawan.

Sejarah Gunung Bromo yang disebutkan oleh masyarakat Tengger memang lebih mirip dengan cerita legenda. Namun, untuk kepercayaan tentang kebenaran kisah tersebut, tetap kami kembalikan kepada masing-masing pembaca. Demikian kisah sejarah Gunung Bromo yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

SEJARAH BROMO | SEJARAH GUNUNG BROMO JAWA TIMUR


© SEJARAH BROMO | SEJARAH GUNUNG BROMO JAWA TIMUR 2016

FOTO PEMANDANGAN GUNUNG BROMO
HOTEL MURAH DI KAWASAN BROMO
BROMO TENGGER SEMERU NATIONAL PARK
KETINGGIAN GUNUNG BROMO MALANG
LETAK GUNUNG BROMO LOKASI GUNUNG BROMO
WISATA GUNUNG RINJANI

GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA
WISATA GUNUNG KEMUKUS
WISATA GUNUNG LAWU DAN WISATA GUNUNG PAPANDAYAN
SEJARAH GUNUNG BROMO
RUTE PERJALAN KE PUNCAL BROMO
KEINDAHAN GUNUNG BROMO

Pulau tidung pake wisata
Tentang ebromo
Cara pemesanan di ebromo
Kontak ebromo
Tanya jawab
Ketentuan ebromo